Profesor Perempuan Pertama "Nurhayati Hakim" Bidang Ilmu Tanah Akhiri Masa Bakti

Padang - Profesor perempuan pertama bidang Ilmu Tanah, Prof Nurhajati Hakim dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengakhiri masa bakti menjadi pengajar pada akhir tahun 2014.

"Setelah mengabdi selama 49 tahun lebih, guru besar yang telah memberikan sumbangsih dalam perkembangan teknologi tanah dan lahan di Indonesia ini, akan pensiun pada Desember ini," kata Ketua Majelis Guru Besar, Prof Darwin Amir di Padang, Selasa (9/9).

Ia menyebutkan selama mengabdi di Unand, Prof Nurhajati Hakim telah banyak memberikan prestasi.

Baik itu prestasi secara akademik, pengabdian maupun penelitian, sebutnya.

Dari segi akademik atau bidang pengajaran, katanya, Prof Nurhajati Hakim merupakan dosen yang telah berhasil meluluskan banyak mahasiswa dan berhasil.

Bahkan pada 2007, Prof Nurhajati Hakim mendapat gelar pengajar terbaik dari dewan penyantun Unand.

Selain itu, katanya, Prof Nurhajati Hakim juga telah berkecimpung di berbagai jabatan struktural di Unand yakni sebagai Direktur Pascasarjana dan Ketua Interim Majelis Guru Besar Unand.

"Penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat menjadi puncak karir Prof Nurhajati Hakim selama mengabdi," katanya.

Ia menyebutkan, dalam bidang penelitian, Prof Nurhajati Hakim telah menemukan teknologi Pengapuran untuk menyuburkan tanah pada lahan kritis.

Hasil ini terlihat dari tumbuh suburnya tanaman perkebunan maupun pertanian di daerah Dharmasraya dan kabupaten Tanah Datar Sumbar. Yang terbaru dan masih dalam penelitian banyak mahasiswa yakni teknologi untuk mengatasi keracunan besi pada tanaman dengan penggunaan tanaman bunga matahari atau "Titonia diversifolia".

Prof Nurhajati Hakim memberi nama hasil teknologi ini yakni Pupuk Organik Titonia Plus (POTP), katanya.

Sementara dalam bidang pengabdian masyarakat Prof Nurhajati Hakim telah ikut mencetuskan pola tanam padi sebatang, yang saat ini telah diadopsi banyak petani di Indonesia, katanya.

"Dengan sederet prestasi tersebut sudah sepantasnya, Prof Nurhajati Hakim mendapat kesempatan pertama untuk melaksanakan Purna Bakti di Unand," katanya.

Ia menyebutkan MGB Unand melakukan pelantikan Purna Bakti pertama sepanjang sejarah kampus pada Senin (8/9).

Dikatakan Darwin, dalam Purna Bakti pertama ini, Prof Nurhajati Hakim menyampaikan orasinya yang berjudul "Pantang Menyerah untuk Menggapai Cita".

Sementara itu, salah satu anak bimbingan, Prof Nurhajati Hakim, Gusri Yanti, mengatakan bahwa guru besar tersebut merupakan sosok yang keras dan selalu ingin tampil sempurna.

Meskipun demikian, setiap tahunnya bimbingan Prof Nurhajati Hakim selalu banyak.

Hal ini menandakan, meskipun keras namun ilmu yang didapat darinya tepat sasaran.

Dengan pensiunnya salah satu ahli tanah terhebat ini, Gusri berharap akan muncul lagi pakar penelitian lain yang melebihi prestasinya.

Sumber: Antara

Read 3906 times Last modified on Sabtu, 31 Oktober 2020 07:59